vGIRO

 

GIRO merupakan simpanan masyarakat pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek, surat perintah bayar yang lain, bilyet giro atau surat pemindahbukuan yang lain.

 

vNext..

Giro dapat ditarik setiap saat sehingga giro dikelompokkan sebagai sumber dana jangka pendek bagi bank.

 

Penarikan dana giro oleh pemilik rekening hanya dapat dilakukan dengan cara perintah tertulis dari pemiliknya sebagai dasar resmi otorisasi pendebetan rekening nasabah oleh bank.

Penarikan ini dapat dilakukan sewaktu-waktu nasabah menghendaki dimana bank akan menguji kebenaran nomor rekening, tanda tangan, kecukupan saldo dan informasi lainnya.

 

vSifat Rekening

 

Rekening giro merupakan hutang jangka pendek bank yang harus disajikan dalam hutang lancar. Setiap kali terjadi mutasi pertambahan rekening giro nasabah akan dibukukan disebelah kredit dan setiap terjadi pengurangan rekening giro nasabah akan dibukukan disebelah debet.

vNext..

Apabila saldo suatu rekening giro nasabah berada pada sisi debet maka rekening tersebut bersaldo negatif atau dalam dunia perbankan dikenal dengan saldo merah atau terjadi overdraft (bersaldo negatif).

 

Apabila terjadi overdraft maka kepada pemegang giro tidak dapat lagi menarik dananya dan kepada nasabah tidak akan diberikan bunga atau jasa giro melainkan dibebankan sejumlah biaya atau beban bunga.

vAkuntansi Giro

Pada saat pembukaan rekening giro, nasabah (giran) diberikan beberapa ketentuan antara lain:

§Saldo minimum
§Cara penarikan/ penyetoran
§Jasa giro
§Saldo penutupan
§Biaya administrasi
§Ketentuan lain
vNext..
§Transaksi giro dicatat sebesar nilai nominal dan disajikan sebesar nilai kewajiban bank kepada kepada nasabah.
§Nilai nominal adalah nilai nominal setoran/ penyetoran.
§Nilai kewajiban adalah nilai saldo setelah mengalami mutasi pendebetan atau pengkreditan.
vNext..
§Pada posisi normal giro akan selalu bersaldo kredit.
§Pada kondisi tertentu giro bisa bersaldo debet. Hal ini terjadi bila nasabah (giran) melakukan transaksi penarikan yang melebihi saldo giro yang dimilikinya.
§Saldo negatif terjadi karena bank memberikan talangan / cerukan terlebih dahulu atau overdraft.
§Overdraft diperlakukan sebagai pemberian kredit kepada nasabah.
vNext..
§Dalam hal mutasi giro bisa diketahui apakah giro tersebut tergolong aktif atau pasif.
§Giro dianggap pasif bila selama 6 bulan berturut-turut tidak mengalami mutasi dan saldo dibawah saldo minimal.
§Giro pasif akan dikenakan biaya administrasi tiap bulan sampai giro bersaldo nol dan ditutup sepihak oleh pihak bank.
§
vPembukuan Transaksi Giro

Transaksi Pembukaan Rekening Giro

Tuan A membuka rekening giro pada Bank Omega Cabang Jakarta dan menyetor tunai sejumlah                     Rp 100 juta serta membayar semua biaya administrasi berupa penerbitan buku cek sebesar Rp 50.000,00.

Jurnal:

D  : Kas  Rp 100.050.000

K  : Giro – Rek Tuan A  Rp 100.000.000

K  : Barang Cetakan –

Buku Cek  Rp         50.000

vPenyetoran dengan warkat

Tuan A menyerahkan cek Bank ABC yang diterima dari Tuan B sebesar Rp 10.000.000 untuk disetorkan ke rekening gironya.

JURNAL BANK OMEGA

Jurnal saat penyetoran warkat:

D  : Bank Indonesia-Giro  Rp 10.000.000

K  : Warkat Kliring  Rp 10.000.000

 

Jurnal saat kliring dinyatakan berhasil:

D  : Warkat kliring  Rp 10.000.000

K  : Giro – Rek Tuan A  Rp 10.000.000

v

JURNAL BANK ABC

 

D  : Giro-Rek Tuan B  Rp 10.000.000

K  : Bank Indonesia-Giro  Rp 10.000.000

vPenyetoran melalui transfer

Tuan A menerima transfer dari rekannya Tuan C nasabah Bank Surya sebesar Rp 5.000.000.

 

JURNAL BANK OMEGA

D  : Bank Lain-Giro  Rp 5.000.000

K  : Giro-Rek Tuan A  Rp 5.000.000

 

JURNAL BANK SURYA

D  : Giro-Rek Tuan C  Rp 5.000.000

K  : Bank Lain-Giro  Rp 5.000.000

vTransaksi Penarikan Tunai

Tuan A menarik selembar cek senilai                                                   Rp 15.000.000 untuk dibayarkan oleh bank secara tunai.

 

D  : Giro-Rek Tuan A  Rp 15.000.000

K  : Kas Rupiah  Rp 15.000.000

vPenarikan Secara Kliring

Tuan A menerbitkan cek senilai Rp 4.000.000 dan memerintahkan Bank Omega agar diserahkan untuk keuntungan Tuan D nasabah Bank Lippo.

 

JURNAL BANK OMEGA

D  : Giro-Rek Tuan A  Rp 4.000.000

K  : BI-Giro  Rp 4.000.000

 

JURNAL BANK LIPPO

D  : BI-Giro  Rp 4.000.000

K  : Giro-Rek Tuan D  Rp 4.000.000

vPenarikan Dengan Amanat

Tuan A memerintahkan Bank Omega cabang Jakarta untuk mendebet rekening gironya sebesar Rp 2.000.000 untuk dipindahbukukan ke rekening Tuan E nasabah Bank Omega Cabang Surabaya.

BANK OMEGA JAKARTA

D  : Giro-Rek Tuan A  Rp 2.000.000

K  : RAK – Cab Surabaya  Rp 2.000.000

 

BANK OMEGA SURABAYA

D  : RAK – Cab Jakarta  Rp 2.000.000

K  : Giro-Rek Tuan E  Rp 2.000.000

vPembukuan Jasa Giro

Bank Omega memberikan jasa giro atas rekening Tuan A sebesar Rp 200.000.

 

Jurnal:

D  : Beban bunga – Giro  Rp 200.000

K  : Giro – Rek Tuan A  Rp 200.000

vTransaksi

Transaksi yang dilakukan oleh Putra di Bank BA Solo selama bulan Maret 2008:

1.Dibuka rekening giro atas nama Putra dengan setoran perdana Rp 1.000.000 secara tunai. Barang cetakan berupa buku cek dan bilyet giro sebesar Rp 100.000 dibayar tunai.
2.Putra setor tunai untuk giro sebesar Rp 500.000
3.Putra menyetor giro berupa cek Bank YIK Solo sebesar Rp 1.500.000 dan kliring dinyatakan berhasil.
4.Putra menarik cek sebesar Rp 500.000 untuk diserahkan kepada Putri nasabah Bank ABC dan pada hari itu juga Putri menyetorkan cek tsb.
vNext..
5.Pada hari ini Putra mentransfer dananya kepada Dewa nasabah cabang Semarang atas beban gironya sebesar Rp 1.000.000
6.Putra setor giro secara tunai sebesar                   Rp 750.000  di cabang Jakarta.
7.Bank BA menerima transfer masuk dari Cabang Bandung sebesar Rp 1.200.000 untuk rekening Tuan Putra.
8.Penarikan giro oleh Putra ditransfer ke Cabang Semarang sebesar Rp 2.000.000 untuk rekening giro Dewi.
v